Project Profile


Gambaran Umum

Berdasarkan data dari Global Competitiveness Report untuk Indonesia, aspek yang paling penting untuk ditingkatkan adalah pelatihan dan pendidikan tinggi serta inovasi. Oleh karena itu, sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sebagai kekuatan pendorong utama untuk pelatihan dan pendidikan tinggi, dan inovasi. Penelitian yang dihasilkan oleh perguruan tinggi belum mampu menghasilkan produk yang kompetitif dan cara-cara inovatif untuk mendukung penelitian dan pengembangan industri. Dalam kaitannya dengan Agenda Prioritas Nasional, yang disebut "Nawacita", lima dari sembilan poinnya erat kaitannya dengan peran pendidikan tinggi dalam mendukung pencapaian agenda tersebut, khususnya tentang peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan melalui program "Indonesia Cerdas" dan berkonsekuensi meningkatkan produktivitas dan daya saing anak bangsa di pasar internasional.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), mengantisipasi kelemahan dan peluang dari agenda prioritas nasional, dengan melibatkan perguruan tinggi yang tepat dan memiliki kesamaan kinerja dan sumber daya. Universitas yang dipilih, yaitu Universitas Jember (UNEJ), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Mulawarman (UNMUL), dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) membentuk konsorsium (4 in 1 consortium). Masing-masing universitas bertujuan untuk mengembangkan program-program yang terkait erat dengan meningkatkan kualitas lulusan sesuai standar nasional dan kerangka kualifikasi global. Oleh karena itu, pusat keunggulan (Center of Excellence) diusulkan sebagai model untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam aspek pelatihan dan pendidikan tinggi, dan inovasi. Dalam model ini, setiap universitas fokus untuk membangun pusat keunggulan dengan tema tertentu berdasarkan kekuatan dan potensi mereka.

Konsorsium empat universitas berencana untuk membangun empat Pusat Keunggulan (Center of Excellences, CoEs), Bioteknologi Pertanian dan Kesehatan, Ketahanan Pangan, Inovasi Pembelajaran sebagai bagian dari revitalisasi lembaga pelatihan pendidikan dan guru, dan Tropical Studies. Universitas Jember bertujuan untuk mencapai keunggulan kompetitif dengan menjadi pusat keunggulan untuk bioteknologi dengan pertanian dan kesehatan sebagai sektor unggulan. Berada di jantung pulau Kalimantan, Universitas Mulawarman secara konsisten bertujuan untuk mendirikan sebuah pusat keunggulan dalam penelitian tropis dengan sektor unggulan di agroforestry, produk alami, isu lingkungan, dan sumber daya air. Universitas Negeri Malang sebagai leading sector di lembaga pelatihan pendidikan dan guru berperan dalam revitalisasi lembaga yang disebutkan dalam rangka memberikan kualitas yang lebih baik dari guru pendidikan dasar dan menengah. Provinsi Banten memiliki masalah dalam kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa bertujuan untuk menjadi agen pembangunan budaya, penanganan kemiskinan dan keadaan pendidikan melalui program pembentukan Center of Excellence Ketahanan Pangan meliputi ketersediaan pangan (availability), akses pangan (accessibility), dan kegunaan pangan (use/utility) dan kestabilan pangan (stability) untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat di Provinsi Banten. Dengan adanya CoE Ketahanan Pangan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa diharapkan dapat mengatasi permasalahan pangan dan gizi masyarakat di Provinsi Banten.

Maksud dan Tujuan

Pengembangan pokok proyek ini dimaksudkan untuk mendukung strategi pendidikan tinggi Pemerintah Indonesia (2015-2019), yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing nasional melalui inovasi pendidikan tinggi melalui peningkatan, pengadaan fasilitas yang telah ada dan fasilitas baru, pengembangan kurikulum dan staf, peningkatan kapasitas penelitian, dan merangsang komersialisasi inovasi dari institusi pendidikan tinggi yang ada.

Sedangkan tujuan utama dari Pengembangan Proyek Empat Institusi Pendidikan Tinggi adalah untuk mendukung Empat Institusi Pendidikan Tinggi dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas dan kompetitif yang dibutuhkan di pasar tenaga kerja dengan menyediakan infrastruktur, fasilitas, dan peralatan yang layak. Khususnya, proyek ini akan meningkatkan akses terhadap kualitas dan relevansi laboratorium dan ruang kelas yang diperlukan yang dirancang untuk laboratorium terintegrasi serta fasilitas lainnya dari empat universitas.

Secara umum, proyek yang diusulkan akan berkontribusi untuk mencapai Tujuan Strategis Pemerintah untuk meningkatkan daya saing bangsa. Indikator kinerja utama adalah: (1) untuk berkontribusi pada peningkatan ranking Perguruan Tinggi Indonesia peringkat Pelatihan dari posisi 65 dari 140 pada tahun 2015 untuk setidaknya menjadi 56 pada tahun 2019, (2) untuk berkontribusi pada Indeks Inovasi Indonesia dari posisi 30 dari 140 pada tahun 2015 untuk menjadi 26 di tahun 2019 dan (3) memberikan kontribusi untuk mencapai Mutu Pendidikan (SDG nomor 4) pada tahun 2030. Indikator Kinerja Utama ini didasarkan pada data dasar (base line) dari masing-masing Universitas yang menjadi bagian dalam proyek ini. Selain itu, penetapan indikator dan targetnya telah disepakati dengan Kemeristekdikti melalui Dirjen dan Sekjen Sumber Daya Iptek dan Dikti.

Lingkup Kegiatan

Dalam rangka untuk mencapai tujuan dari Proyek ini adalah untuk meningkatkan akses, kualitas, relevansi, dan daya saing pendidikan tinggi di Indonesia melalui pembentukan Pusat Keunggulan (Centers of Excellence) bidang Bioteknologi, Inovasi Pembelajaran, Kajian Wilayah Tropis, dan Ketahanan Pangan. Lingkup Pekerjaan dan komponen kegiatan dalam proyek ini adalah sebagai berikut:

  • Peningkatan kualifikasi dan kompetensi Tenaga pendidik dan Kependidikan Komponen. 

Peningkatan kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan dilaksanakan melalui program Degree and Non–Degree Training terdiri dari: (a) Studi lanjut untuk untuk tenaga pendidik di empat universitas target; (b) Pelatihan, kurus untuk Tenaga Pendidik untuk mewujudkan keunggulan di masingmasing universitas; (c) Peningkatan kemampuan meneliti dan hasil penelitian program hibah penelitian (Research Grant);

  • Pengembangan Kurikulum.

Pengembangan kurikulum bertujuan untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan standar nasional dan regional. pelaksanaan pengembangan kurikulum program studi diusulkan melalui serangkaian langkah kegiatan berikut: (a) Analisis kebutuhan Kurikulum melalui a.l. kegiatan studi penelusuran alumni (tracer study) atau technical assistance; (b) Studi banding (Comparative Study); (c) Pengembangan Kurikulum paradigma baru; (d) Pengembangan Standar Kompetensi Lulusan; (e) Pengembangan Standar Isi; (f) Pengembangan Standar Proses Pembelajaran; (g) Pengembangan Standar Penilaian; (h) Pengembangan struktur dan deskripsi kurikulum program studi; (i) Pengembangan perangkat kurikulum program studi; (j) Pengembangan bahan ajar mata kuliah; (k) Expert Judgement kurikulum baru; dan (l) Pengembangan instrumen quality assurance implementasi kurikulum;

  • Pengembangan Konsorsium Riset.

Komponen kegiatan dalam membangun Konsorsium Riset terdiri dari: (1) lokakarya pembentukan konsorsium, (2) lokakarya penyusunan nota kesepahaman konsorsium, (3) lokakarya penyusunan proposal untuk penelitian bersama dan partisipasi kolaboratif di 3 (tiga) CoE lain (workshop networking), (4) penerapan program inbound mobility pada forum penelitian, (5) hibah untuk pelaksanaan penelitian, (6) monitoring dan evaluasi penelitian, (7) konferensi kolaboratif di CoE, (8) seminar dan publikasi bersama, (9) percepatan perolehan HKI melalui pengajuan proposal Uber HKI, dan pengajuan prototipe;

  • Peningkatan kualitas lingkungan belajar mengajar.

Kualitas lingkungan belajar mengajar diingkatkan melalui pembangunan Gedung Baru termasuk didalamnya ruang kuliah dan laboratorium, peralatan yang menunjang proses belajar mengajar dan praktikum, Sistim Teknologi Informasi, Sumber belajar melalui pengadaan buku dan Journal. 

Lokasi Kegiatan

Empat universitas yang terlibat dalam konsorsium ini tersebar di empat wilayah yaitu Malang, Banten, Jember dan Samarinda. Setiap universitas akan dikembangkan menjadi pusat-pusat unggulan dan pengembangan sesuai dengan karakteristik dan unggulan masing-masing. Proyek Pengembangan Empat Lembaga Pendidikan Tinggi ini melibatkan 4 (empat) universitas, yaitu: 

  • Universitas Jember

Universitas Jember, disingkat UNEJ merupakan sebuah perguruan tinggi negeri terbesar di bagian timur Provinsi Jawa Timur yang terletak di Jalan Kalimantan No. 37 Kampus Tegalboto, Jember 68121, sebuah kota berhawa tropis di bagian tenggara Provinsi Jawa Timur. Universitas ini berdiri pada tanggal 10 November 1957. Rektor UM saat ini dijabat oleh Drs. Moh. Hasan, M.Sc., Ph.D. Situs web:  www.unej.ac.id.

  • Universitas Negeri Malang

Universitas Negeri Malang, disingkat UM, merupakan perguruan tinggi negeri yang terletak di Jl. Semarang 5 Malang 65145 , Provinsi Jawa Timur. Universitas yang didirikan pada tanggal 18 Oktober 1954 ini sebelumnya bernama PTPG Malang, kemudian berganti nama menjadi IKIP Malang dan menjadi salah satu IKIP tertua di Indonesia. Rektor UM saat ini dijabat oleh Prof. Dr. H. Ah. Rofiuddin, M.Pd. Situs web: www.um.ac.id.

  • Universitas Mulawarman

Universitas Mulawarman, disingkat UNMUL, merupakan perguruan tinggi negeri terletak di Jl. Kuaro Kotak Pos 1068, Samarinda 75119, Provinsi Kalimantan Timur. Universitas ini berdiri pada tanggal 27 September 1962, dan merupakan universitas tertua di Kalimantan Timur. Kampus utamanya terletak di Gunung Kelua, sedangkan kampus lainnya terdapat di Jalan Pahlawan, Jalan Banggeris dan Jalan Flores, Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Rektor UNMUL saat ini dijabat oleh Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si. Situs web: www.unmul.ac.id.

  • Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, disingkat UNTIRTA, merupakan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang terletak Jl.Raya Jakarta Km. 4, Pakupatan, Serang, Banten 42118, Provinsi Banten. PTN ini berdiri pada tanggal 1 Oktober 1981 sebagai Perguruan Tinggi Swasta dan berubah menjadi Perguruan Tinggi Negeri pada 19 Maret 2001 Lokasi kampus utama berada di Serang, Provinsi Banten. Rektor UNMUL saat ini dijabat oleh Prof. Dr. Sholeh Hidayat, M.Pd. Situs web: www.untirta.ac.id.

Kerangka Logis Proyek 4in1 IsDB (Logical Framework IsDB 4in1 Project)

Sasaran Sektor

Hirarki tujuan dari sasaran sektor ini adalah proyek yang diusulkan akan berkontribusi pada tujuan strategis pemerintah Indonesia untuk meningkatkan daya saing bangsa. Dimana Indkator Kierja Kunci yang diterapkan, terdiri dari: 

  • Peningkatan ranking pendidikan tinggi Indonesia dari posisi ke-65 pada tahun 2015 menjadi posisi ke-56 pada tahun 2019;
  • Peningkatan indeks inovasi Indonesia dari posisi ke-30 pada tahun 2015 menjadi posisi ke-26 pada tahun 2019; dan
  • Pencapaian sasaran kualitas pendidikan (sasaran SDG no. 4.3 dan 4.7) dan industri-inovasi-infrastruktur (sasaran SDG no. 9.5) pada tahun 2030.

Sedangkan asumsi atau resiko dari penerapan sasaran sektor tersebut diatas, adalah: 

  • Komitmen pemerintah untuk mengalokasikan 20% APBN untuk anggaran pendidikan;
  • Rencana Stategis (Renstra) Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi 2015-2019; dan
  • Pelambatan pertumbuhan ekonomi nasional sejak 2011 (6.5% pada tahun 2011, 6.2% pada tahun 2012, 5.58% pada tahun 2013, dan 5.02%  pada tahun  2014),

Tujuan Pengembangan Proyek

Hirarki tujuan dari pengembangan proyek ini adalah peningkatan akses, kualitas, relevansi,  dan daya saing pendidikan tinggi di Indonesia melalui pembentukan Pusat Keunggulan (Centers of Excellence) bidang Bioteknologi, Inovasi Pembelajaran, Kajian Wilayah Tropis, dan Ketahanan Pangan. Dimana Indkator Kierja Kunci yang diterapkan, terdiri dari: 

Akses: 

  • Peningkatan jumlah mahasiswa; dari 108,759 (2015) menjadi 147,582  (2025);
  • Peningkatan jumlah dosen; dari 3.423 (2015) menjadi 5.409 (2025);
  • Peningkatan rasio keketatan mahasiswa baru; dari 8% (2015) menjadi 6%  (2025);
  • Peningkatan persentase mahasiswa keluarga kurang mampu; dari 23,58% (2015) menjadi 25,8% (2025); 
  • Peningkatan persentase mahasiswa daerah 3T; dari 3% (2015) menjadi  4% (2025); 
  • Persentase mahasiswa laki-laki; 46,8%; dan
  • Persentase mahasiswa perempuan; 53,2%

Kualitas: 

  • Peningkatan jumlah program studi terakreditasi A; 9,6% (2015) menjadi 42,4% (2025); dan
  • Peningkatan persentase peraih IPK > 3,0; 69% (2015) menjadi 72 % (2025).

Relevasi: 

  • Pengurangan lama studi; dari 56 bulan (2015) menjadi 50 bulan (2025);
  • Pengurangan waktu tunggu untuk memperoleh pekerjaan; dari 8 bulan  (2015) menjadi 5 bulan (2025); dan
  • Perbaikan angka efisiensi edukasi (Education Efficiency Rate / EER);  dari 16,7% (2015) menjadi 21,2 % (2025).

Daya Saing: 

  • Peningkatan indeks publikasi; 0,12 (2015) menjadi 0,36 (2025);
  • Peningkatan indeks sitasi; 1,68 (2015) menjadi 5,50 (2025);
  • Peningkatan jumlah HaKI; 172 (2015) menjadi 329 (2025); dan
  • Perbaikan peringkat rerata universitas; 58 (2015) menjadi 44 (2025).

Sedangkan asumsi atau resiko dari pengembangan proyek tersebut diatas, adalah: 

  • Universitas harus mengalokasikan staf baru untuk mengakomodasi pertambahan jumlah mahasiswa;
  • Rendahnya porsi anggaran untuk penelitian dan pengembangan /R&D (0.08% GDP); dan
  • Universitas memiliki akses pada sumber-sumber pendanaan riset dan program.

Output Proyek

Hirarki tujuan dari output proyek ini adalah memiliki bangunan dan fasilitas infrastruktur yang memadai, pengembangan kurikulum (curriculum development), program gelar (degree training) dan non-gelar (non degree training) untuk dosen dan tenaga kependidikan, pengadaan alat laboratorium, hibah penelitian dan konsorsium penelitian (research grant and research consortium). Dimana Indkator Kierja Kunci yang diterapkan, terdiri dari: 

  • Jumlah bangunan baru: 28 (2019);
  • Fasilitas infrastruktur baru pada akhir 2019;
  • Kurikulum dikembangkan pada 2017 dan diterapkan pada 2018;
  • Penambahan jumlah dosen bergelar S3: 82 orang (2020);
  • Jumlah dosen dan tendik berpendidikan non-gelar/pelatihan: 550 (2019);
  • Alat laboratorium dan perabot baru terpasang dan digunakan pada akhir  2019;
  • Jumlah judul penelitian: 226 (2019);
  • Pembentukan konsorsium penelitian bidang bioteknologi, inovasi pembelajaran, studi tropis, dan ketahanan pangan;
  • Detasering dosen sebagai bagian dari program konsorsium penelitian;
  • Pengembangan jurnal internasional terindeks yang bereputasi; dan 
  • Pengadaan buku dan jurnal pada 2017.

Sedangkan asumsi atau resiko dari output proyek tersebut diatas, adalah: 

  • Lembaga/badan pelaksana proyek melaksanakan program sesuai dengan jadwal rencana dan disbursement plan;
  • Kecukupan sumber daya untuk bangunan dan alat lab baru; dan
  • Universitas akan mengalokasikan anggaran untuk mengangkat staf baru. 

Kegiatan Proyek

Hirarki tujuan dari kegiatan proyek ini adalah: (1) Pembentukan PMU dan PIU; (2) Pelaksanaan Start-Up Workshop; (3) Pemilihan DEDC, PMQC, PSC, penyedia layanan pengembangan staf (gelar dan non-gelar) dan pelaksanaan audit keuangan; (4) Lelang kontraktor konstruksi dan pemasok peralatan; (5) Pelaksanaan konstruksi bangunan; (6) Pengadaan, pemasangan, serah terima, dan pengujian peralatan, serta pelatihan operasional yang dibutuhkan; dan (7) Pemilihan staf (dosen dan tendik) peserta program gelar (degree training) dan non-gelar (non degree training).

Dimana Indkator Kierja Kunci yang diterapkan, terdiri dari: Sumber pendanaan proyek dari skema Istisna’a IDB + Service Ijara IDB + dana Pemerintah Republik Indonesia (GoI); Pemerintah Pusat dan Komitmen Universitas.

Sedangkan asumsi atau resiko dari kegiatan proyek tersebut diatas, adalah: laju inflasi dipertahankan di bawah10% selama proyek berlangsung, pemenuhan standard dan ketentuan IDB untuk prosedur pengadaan.